Kamis, 19 Mei 2011

107 Mahasiswa Untirta Lolos Bidik Misi

0 komentar

Banten --- Dalam lawatannya ke Serang, Banten hari ini Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengunjungi lembaga pendidikan tinggi di Banten, yaitu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Menteri Nuh menyerahkan beasiswa pendidikan bagi calon mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin. Beasiswa ini bagian dari program Bidik Misi. Sebanyak 107 orang mahasiswa Untirta menjadi penerima beasiswa ini.
Mahasiswa penerima tersebar di enam fakultas yaitu Fakultas Teknik (FT), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Para penerima berasal dari Serang, Sukabumi, Bogor, Tasik, dan Banyumas.
Mereka berhasil lolos seleksi dari total 290 orang pendaftar. Seleksi dilakukan tim penyeleksi dari SMA asal. Selain pertimbangan kondisi ekonomi, mereka juga dilihat prestasi akademiknya selama tiga tahun bersekolah di SMA tersebut. Kemudian SMA asal mereka pun memberikan rekomendasi ke Untirta.

Ketika menyerahkan secara simbolis, Menteri Nuh mengatakan, ada tiga modal utama pembangunan nasional, yaitu kekayaan sumber daya alam, pengalaman, dan sumber daya manusia. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pendidikan menjadi kuncinya. Karena itu, tidak boleh ada anak Indonesia yang tidak bisa bersekolah atau kuliah karena masalah ekonomi. "Perguruan tinggi negeri paling tidak harus menerima 20 persen mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu," ucapnya.
Mahasiswa penerima beasiswa dibebaskan dari biaya pendidikan selama empat tahun kuliah. Mereka juga mendapat uang saku tiap bulan. "Gratis. Tahun 2010, diberikan 500-ribu tiap anak. Tahun 2011 ini naik menjadi 600-ribu. Insya Allah kalau dijaga dengan baik, cukup untuk biaya hidup," ujar Menteri Nuh.
Mendiknas juga menyempatkan diri untuk berdialog dengan mahasiswa. Seperti biasanya, ia bertanya mengenai cita-cita. Beberapa di antara mereka bercita-cita menjadi menteri. Ada yang ingin menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Menteri Pemuda dan Olahraga, hingga Menteri Pendidikan Nasional. "Kenapa saya selalu bertanya tentang cita-cita? Orang yang punya cita-cita berarti punya optimisme dan kemampuan untuk menatap masa depan. Punya visi dan energi untuk mengubah keadaan sekarang menjadi lebih baik," katanya.
Menteri Nuh menambahkan, memiliki cita-cita saja belum cukup. Untuk mencapainya, harus memiliki ilmu. Karena itu, ia berharap tidak akan ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah. Kemdiknas menyediakan beasiswa bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi, untuk bersekolah, dan melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Selasa, 17 Mei 2011

Gara-Gara Ponsel, Populasi Lebah Dunia Turun

0 komentar

INILAH.COM, London – Hasil studi terbaru dari Inggris menunjukkan, sinyal ponsel berpotensi menyebabkan kematian lebah madu. Bagaimana bisa?
Pemimpin tim Dr Daniel Favre yakin, sinyal ponsel menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya populasi lebah dunia dalam kurun 25 tahun terakhir. Populasi lebah madu di Inggris, kini berkurang setengahnya.
Sementara itu, di Amerika Serikat (AS), koloni lebah tiba-tiba menghilang di musim dingin. Untuk itu, tim melakukan uji dengan meletakkan ponsel di bawah sarang lebah. Setelah itu, tim peneliti secara seksama memperhatikan reaksi lebah.

Tim menemukan, lebah bisa mengetahui saat ponsel menerima ataupun melakukan panggilan. Sekitar 20-40 menit setelah ponsel diaktifkan, lebah-lebah ini mengeluarkan lengkingan suara tinggi dan menjadi gelisah.
Setelah dua menit panggilan telepon berakhir, gerak lebah kembali tenang. Meski penelitian ini tak langsung membuktikan sinyal ponsel bisa membunuh lebah, Favre berkeras gelombang elektromagnetik sinyal ‘berkontribusi’ dalam berkurangnya populasi lebah dunia.
“Hasil studi menunjukkan, ponsel aktif membuat lebah terganggu dan memberi efek dramatis,” ujarnya.
Namun, seperti dikutip Daily Mail, para ahli lebah lain tak langsung menyetujui analisa Favre. “Hasil studi ini menarik namun belum membuktikan ponsel bertanggung jawab atas hilangnya koloni lebah,” ungkap ahli lebah Norman Carreck

Presiden Indonesia Tersukses

0 komentar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden Indonesia mana yang paling disukai publik saat ini? Apakah Susilo Bambang Yudhoyono? Soeharto? Megawati Soekarnoputri? Atau Soekarno?
Hasil yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, namun mungkin tidak bagi sebagian lain. Presiden Soeharto menempati urutan pertama sebagai presiden yang paling disukai publik.
Sebanyak 36,54 persen dari 1.200 responden di seluruh Indonesia memilih Presiden Soeharto. Di bawah Soeharto barulah SBY. Dan berturut-turut Soekarno, Megawati, dan BJ Habibie serta Gus Dur.

Sayangnya, rilis Indo Barometer ini tidak menyantumkan peta wilayah publik terhadap presiden yang mereka sukai. Apakah mayoritas publik yang memilih Soeharto berada di Jawa atau Sumatera atau Indonesia Timur.
Berkaitan dengan kesukaan publik itu pula, ketika responden ditanya presiden mana yang paling berhasil, maka jawabannya tetap pada Soeharto. SEbanyak 40,5 persen responden menilai di era Soeharto yang paling berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Urutan di bawahnya tetap, yaitu SBY-Soekarno-Megawati-BJ Habibie, dan Gus Dur. Survei Indo Barometer ini memiliki margin error sebesar plus minus tiga persen.

Gebyar Apresiasi Siswa Tumbuhkan Cinta Tanah Air

0 komentar

Jakarta - Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh membuka kegiatan Gebyar AKSI (Apresiasi Karakter Siswa Indonesia), di Plasa Insan Berprestasi, Gedung A Kemdiknas, Jakarta, (16/05). Gebyar AKSI merupakan wahana bagi siswa SMA untuk mengekspresikan dan mengaktualisasikan kreativitas dan karakter kebangsaan dalam sikap dan perbuatan. "Saya berharap, melalui acara ini para siswa dapat memupuk rasa kecintaan dan kebanggaan sebagai Bangsa Indonesia," ujar Menteri Nuh.
Sebanyak 363 siswa dan 66 guru pembimbing dari 33 propinsi memenuhi mengikuti acara pembukaan. Para siswa menggunakan pakaian adat dari daerahnya masing-masing. Acara juga dimeriahkan paduan suara dari SMAN 12 Jakarta, yang menyanyikan lagu-lagu daerah.

Mereka semua akan terlibat dalam acara yang berlangsung dari 16-21 Mei 2011, di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Mereka juga akan mengikuti puncak acara Hari Pendidikan Nasional pada 20 Mei.
Menteri Nuh mengatakan, Gebyar AKSI bisa menjadi wadah untuk melaksanakan pendidikan karakter, terutama tentang kebangsaan seperti pentingnya makna Bhineka Tunggal Ika. Siswa harus memiliki rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap Tanah Air yang memiliki keanekaragaman etnis dan budaya, namun pada hakikatnya satu bangsa. "Yang ingin dibangun adalah rumah Indonesia. Sebagaimana lazimnya kita membangun rumah, tidak mungkin dari satu jenis bahan saja. Semua dirangkai menjadi satu kesatuan, sesuai desain. Jangan sekali-sekali mencoba meremehkan atau meniadakan salah satu unsur dari komponen pembentuk rumah Indonesia," ucapnya.
Menurut Menteri Nuh, rasa kecintaan dan kebanggaan terhadap Tanah Air harus terus ditumbuhkembangkan. Salah satu aspek yang membantu adalah adanya prestasi. "Melalui prestasi kita bisa bangga menjadi Bangsa Indonesia. Karena itu, ilmu menjadi penting. Ilmu menjadi modal utama untuk meraih prestasi. Dan, prestasi menjadi modal utama untuk meneguhkan rasa kecintaan," ucapnya.
Gebyar AKSI adalah program Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional. Tahun ini adalah pelaksanaan yang kedua. Tujuan kegiatan adalah untuk menumbuhkan kebersamaan di antara peserta yang berasal dari berbagai pelosok Tanah Air, melalui empat aksi yaitu Aksi Kebangsaan, Aksi Kreativitas, Aksi Kepedulian, dan Salam Nusantara. Pada akhirnya, siswa diharapkan bisa menunjukkan "Karakter Sosok Manusia Berkemampuan dan Berkepribadian".
"Selamat berprestasi, selamat berekspresi. Insyaallah kita ketemu lagi pada 20 Mei," ucap Menteri Nuh mengakhiri sambutannya. (lian)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/5/17/gebyar-aksi.aspx

About me

Teman

Terbaru


 

Blog Pemuda Tanggung Design by Insight © 2009